kepada guru-guru SMPN
UNGGULAN SINDANG
Karya : Aditya Yuda
Kencana
Bu, itu kail yang menjerat impianmu,
Setidaknya, bendera pusaka menjadi saksi
senyummu
Menetes diatas kegelapan yang hangus
sebelum mengabu
Disini, engkau tak bosan mengeja Ibu
Pertiwi
Saat jiwa tergeletak
menjerit
Menjenguk kejanggalan yang tertutup
jendela dan tirai
Pikiranmu bebal akan irama yang
mengentalkan masa lalu
Diatas jam kota yang
kejang
Menggentakkan ocehan jalan raya untuk
meninggalkan
Nama jahiliyah. Serta kegelapan dilayar
kaca
Dimatamu masih terpahat kebisuan diatas
rel kereta
Membutakan bayangan
dalam sinar lampu
Engkau menterjemahkan kata yang sia-sia
atas sejarah
Tercegat batas hidup yang mengibarkan
wewangi bendera
Aku kembali melihat
Ratu Adil
Yang tak bosan membaca tanda-tanda zaman
Disepanjang musim engkau hanya bisa
merasakan
Ibu pertiwi tergoncang bebatu jalanan
Lalu kendaraan lari
bersama jerit waktu
Mengibaskan pesakitan diatas mata
pikiranmu
Yang kembali menikam
detak jantungmu
Menulis prasasti diatas Indonesia Raya
Akan kah kau terus membiarkan anak-anak
dilebur menjadi aspal-aspal
Yang setiap detik menjerit bersama
berjuta arak ditebar?
Bu, itu kail yang menjerat impianmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar