Aditya Yuda Kencana

Thing what I can do now. Don't think when I can do

Kamis, 31 Januari 2013

PUISI: " SERIBU WAJAH "



kepada guru-guru SMPN UNGGULAN SINDANG
Karya : Aditya Yuda Kencana

Bu, itu kail yang menjerat impianmu,
Setidaknya, bendera pusaka menjadi saksi senyummu
Menetes diatas kegelapan yang hangus sebelum mengabu

Disini, engkau tak bosan mengeja Ibu Pertiwi
Saat jiwa tergeletak menjerit
Menjenguk kejanggalan yang tertutup jendela dan tirai

Pikiranmu bebal akan irama yang mengentalkan masa lalu
Diatas jam kota yang kejang
Menggentakkan ocehan jalan raya untuk meninggalkan
Nama jahiliyah. Serta kegelapan dilayar kaca

Dimatamu masih terpahat kebisuan diatas rel kereta
Membutakan bayangan dalam sinar lampu
Engkau menterjemahkan kata yang sia-sia atas sejarah
Tercegat batas hidup yang mengibarkan wewangi bendera

Aku kembali melihat Ratu Adil
Yang tak bosan membaca tanda-tanda zaman
Disepanjang musim engkau hanya bisa merasakan
Ibu pertiwi tergoncang bebatu jalanan

Lalu kendaraan lari bersama jerit waktu
Mengibaskan pesakitan diatas mata pikiranmu
Yang kembali menikam detak jantungmu
Menulis prasasti diatas Indonesia Raya
Akan kah kau terus membiarkan anak-anak dilebur menjadi aspal-aspal
Yang setiap detik menjerit bersama berjuta arak ditebar?

Bu, itu kail yang menjerat impianmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar