"berfikirlah apa yang bisa saya lakukan sekarang, jangan berfikir kapan saya melakukannya" (Aditya Yuda Kencana) Let's do now!
Aditya Yuda Kencana
Jumat, 01 Februari 2013
WORLD: " NEGARA LAOS"
Laos adalah satu-satu nya negara di
Asia Tenggara yang tidak memiliki wilayah laut. Luas nya hampir dua kali luas
pulau Jawa (Indonesia) yaitu 236.800 km2. Negara ini juga pernah
dijajah oleh Prancis, Jepang, Amerika Serikat, dan Vietnam.
A. Letak dan
batas negara Laos
1. Letak
astronomis:
13o 30’ LU – 23o
LU dan 100o
BT – 107o 30’ BT
2. Letak
geografis
ü Utara : RRC
ü Selatan : Negara Kamboja
ü Timur : Negara Vietnam
ü Barat : Negara Thailand
B. Kondisi
fisik negara Laos
1. Bentang
alam
Negara
Laos terletak di Semenanjung Indocina. Wilayahnya sebagian besar merupakan
pegunungan yang tinggi dan berhutan tropis yang lebat. Wilayah laos bagian
timur berbatasan dengan Vietnam yang merupakan pegunungan dan berjurang.
Ciri
khas bentang alam lain di Laos adalah Sungai Mekong dan cabang-cabang nya yang
sekaligus menjadi batas negara Laos dengan Thailand. Lembah Sungai Mekong yang
luas di manfaatkan untuk lahan pertanian dengan hasil utamanya adalah Padi.
2. Iklim
Berdasarkan
letak astronomisnya, negara Laos beriklim tropis. Berdasarkan lingkungan alam
yang memengaruhinya, negara Laos beriklim laut hangat yang dipengaruhi oleh
angin musim. Musim kemarau di Laos terjadi pada bulan November – April.
Sedangkan, musim penghujannya berlangsung antara bulan Mei – Oktober.
C. Keadaan
penduduk negara Laos
Penduduk Laos terdiri dari beberapa suku, yaitu Suku
Lao, Suku Pegunungan (Meo dan Yao), Kha, dan suku Perbukitan (Montagnard).
Jumlah penduduk Negara Laos adalah ± 6.217.141 jiwa dengan kepadatan
rata-rata 26 jiwa/km2. Bahasa resmi negara Laos ialah bahasa Lao,
tetapi juga menggunakan bahasa lain sehari-harinya, yaitu Bahasa Prancis,
Inggris, dan Thai. Mata uang negara Laos adalah Kip. Agama dan kepercayaan yang
dianut penduduk Laos antara lain agama Budha dan kepercayaaan terhadap roh
(animisme).
D. Bentuk
pemerintahan negara Laos
Bentuk pemerintahan negara Laos adalah Republik Rakyat
Komunis. Negara Laos merdeka sejak 2 desember 1975. Kepala negara di jabat oleh
Presiden. Sedangkan kepala
pemerintahan di jabat oleh Perdana
Menteri. Sebelum merdeka, negara Laos bentuk pemerintahannya adalah
kerajaan berkonstitusi.
E. Kegiatan
ekonomi negara Laos
1. Pertanian
Laos
merupakan negara agraris dengan hasil pertanian utamanya yaitu Padi, Jagung,
dan Tembakau.
2. Perkebunan
Hasil
perkebunannya antara lain Kopi, Kayu Jati, dan buah-buahan.
3. Pertambangan
Laos
memiliki sumber tambang yang cukup banyak dengan hasil tambang utamanya ialah
timbel, timah, perak, dan emas.
4. Perdagangan
Negara
Laos mengembangkan perdagangan antar negara dengan komoditas ekspor utamanya,
yaitu Timah, Kayu, dan Kulit binatang. Selain itu, negara Laos mengimpor
komoditas seperti kendaraan bermotor, mesin-mesin, alat listrik, sepeda, kapas,
dan besi baja.
5. Pariwisata
Objek
wisata Laos cukup menarik, salah satunya adalah peninggalan bangunan budaya
lama seperti Taman Buddha.
6. Kerjasama
Indonesia – Laos
Negara
Indonesia dan Laos telah lama menjalin kerja sama yang baik melalui kerjasama
di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.
PUISI: " MERINDU SEMBOYAN MU MUHAMMAD "
Karya Aditya Yuda Kencana
Runtuh mendobrak tabir goib
Menemukan sosok sejuta merpati
Ku hitung berjuta rintik hujan dan menguap digumpal awan
Merindu penghancur kristal-kristal dusta, Muhammad
Air tujuh sumur kembang-kembang tak mempan
Dupa mantra dan kemenyan pun tak mempan
Sudah berapa banyak dukun datang
Menggumpal dalam tirai-tirai tafsir Illahi Rabbi
Zaman telah menyayat perih nurani di sepanjang peradaban
Kemudian kurindu jendela kiblat
Mengetuk segumpal sujud ku dalam halimun malam
Lalu ku berdoa dalam hari yang tenggelam dalam gelap malam
Aisyah menjeritkan salam
Dalam selayang kisah alif ba ta memercik
Musa pinjamkan aku tongkat mu
Biar ular-ular merenggut dedengkot zaman
Sulaeman ajari aku menjadi bijak
Ingin kutanya, apakah manusia berbeda dengan hewan?
Bagai Uzair menatap dunia baru, Ayub dengan sakitnya
Dan Muhammad dengan cinta kasih kepada umatnya
Biarkan aku selalu merindu semboyan mu Muhammad
Melukis kaligrafi sajak, diatas selembar nafas dengan warna
darah
LATIHAN SOAL IPA SD
1.
Ani membuat syrup dengan es. Lalu ia menaruh nya
diatas meja. Setelah beberapa menit, es batu didalam air tersebut hilang.
Peristiwa ini membuktikan bahwa perubahan zat yaitu...
a. Menyublim
b. Mencair
c. Membeku
d. melebur
2.
Perubahan yang terjadi pada kapur barus jika di
taruh di lemari adalah ....
a. Menyublim
b. mencair
c. Membeku
d.
Melebur
3.
Celah pada sambungan rel kereta api di buat
dengan tujuan agar...
a. memudahkan pemasangan
b. memperindah rel kereta
c. rel tidak bengkok ketika memuai
d. rel putus saat memuai
4.
Perpindahan kalor ketika memasak air yaitu
a. konduksi
b. konveksi
c. radiasi
d. isolasi
5.
Manakah yang termasuk isolator listrik
a. besi, tembaga, alumunium
b. air, tembaga, plastik
c. plastik, kayu, tembaga
d. karet, plastik, kertas
6.
Perubahan energi pada lampu ketika di nyalakan
adalah
a. Energi Listrik è Energi panas è energi cahaya
b. energi listrik è energi kinetik è energi cahaya
c. energi listrik è energi cahaya è energi panas
d. energi listrik è energi panas è energi kinetik
7.
Ketika sebatang pensil di taruh di dalam segelas
air, tampak pensil tersebut berpotongan. Hal ini sesuai dengan sifat cahaya
yaitu
a. dapat di biaskan
b. dapat di fokuskan
c. dapat di belokkan
d. merambat lurus
8.
Dibawah ini yang merupakan energi yang tidak akan
pernah habis yaitu
a. Energi angin, Energi solar
b. Energi matahari, Energi air
c. Energi matahari, Energi gas
d. Energi angin, Energi gas
9.
Beberapa sumber energi berikut:
1.
matahari
2.
air
3.
batu bara
4.
biogas
5.
minyak tanah
6.
solar
yang merupakan energi yang dapat
di perbarui terdapat pada nomor
a.
1, 2, 4
b.
1, 2, 3
c.
2, 3, 6
d.
4, 5, 6
10.
jatuh nya buah mangga ke tanah merupakan contoh
gaya
a. otot
b. magnet
c. gravitasi
d. pegas
11.
manakah contoh tuas yang memerlukan energi yang
kecil adalah
a. jarak antara titik tumpu dengan kuasa 3
cm
b. jarak antara titik tumpu dengan kuasa 10
cm
c. jarak antara titik tumpu dengan kuasa 20
cm
d. jarak antara titik tumpu dengan kuasa 50
cm
12.
jalan menuju pegunungan di buat berkelok-kelok
merupakan contoh
a. bidang miring
b. tuas
c. katrol
d. pengungkit
13.
cara yang tepat untuk mengurangi pemanasan
global (global warming) adalah
a. menggunakan kendaraan pribadi
b. menggunakan kendaraan umum
c. memperbanyak menggunakan AC
d. mengurangi penggunaan kendaraan umum
14.
sistem pertanian dengan cara menanami suatu
lahan dengan berbagai macam tanaman disebut
a. tumpang sari
b. terasering
c. tadah hujan
d. reboisasi
15.
dibawah ini adalah pemicu pencemaran air,
kecuali
a. membuang air limbah sembarangan
b. membuang sampah pada saluran drainase
c. memanfaatkan air limbah rumah tangga
untuk menyiram tanaman
d. mengurangi pemanfaatan air limbah
16.
salah satu cara yang bukan merupakan usaha untuk
mengurangi polusi udara adalah
a. membuat hutan kota
b. memakai gas CFC berlebihan
c. menerapkan prinsip “one man, one tree”
d. mengurangi pemakaian kendaraan bermotor
pribadi
17.
dibawah ini yang bukan merupakan dampak negatif
dari letusan gunung berapi yaitu
a. rusaknya jalanan akibat banjir lahar
dingin
b. rusaknya daerah pertanian
c. hancurnya rumah akibat banjir lahar
dingin dan batuan
d. pasir dan batuan hasil letusan untuk
bahan bangunan
18.
planet yang mempunyai cincin adalah
a. Pluto
b. Mars
c. Bumi
d. Saturnus
19.
rotasi bumi mengakibatkan
a. kalender hijriyah
b. kalender masehi
c. pergantian musim
d. pergantian hari
20.
gerhana bulan terjadi ketika
a. bumi, bulan, matahari sejajar
b. bulan, matahari, bumi sejajar
c. matahari, bulan, bumi sejajar
d. Matarahari, bumi, bulan sejajar
21.
pada bulan februari 2012, jumlah hari nya ada 29
hari. Hal ini lazim disebut dengan tahun...
a. tahun kabisat
b. tahun masehi
c. tahun hijriyah
d. tahun 2012
22.
yang merupakan sifat tembaga adalah
a. hambatan nya pada posisi ke 3 setelah
emas dan perak
b. hambatannya pada posisi ke 3 setelah
emas dan alumunium
c. isolator listrik
d. tidak lentur
23.
perputaran bumi mengelilingi matahari disebut
a. Revolusi Bumi
b. rotasi bulan
c. rotasi bumi
d. revolusi bulan
24.
dibawah ini merupakan peubah energi listrik
menjadi energi cahaya menjadi panas adalah
a. lampu
b. setrika
c. kipas angin
d. televisi
25.
tahun masehi merupakan tahun yang berdasarkan
perhitungan bumi mengelilingi matahari yang membutuhkan waktu selama
a. 365 ¼ hari
b. 366 ¼ hari
c. 364 ¼ hari
d. 365 ½ hari
Kamis, 31 Januari 2013
INDIKATOR PKN KELAS IX (SEMBILAN)
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN (PKn) kelas IX
|
NO
|
STANDAR KOMPETENSI
|
INDIKATOR
|
|
1
|
Menampilkan
partisipasi dalam usaha pembelaan negara
|
Menjelaskan
Pengertian Negara
|
|
Menguraikan
unsur-unsur pembentuk negara
|
||
|
Menguraikan
fungsi negara
|
||
|
Menjelaskan
pengertian Bela Negara
|
||
|
Menulis peraturan
perundang-undangan tentang wajib bela negara
|
||
|
Menjelaskan pentingnya
usaha bela negara
|
||
|
2
|
Memahami pelaksanaan
Otonomi Daerah
|
Menjelaskan pengertian
otonomi daerah
|
|
Menjelaskan pengertian
daerah otonom
|
||
|
Menuliskan landasan
hukum pelaksanaan otonomi luas
|
||
|
Menguraikan hak
dan kewajiban daerah otonom
|
||
|
Menjelaskan tujuan
otonomi daerah
|
||
|
Menjelaskan makna
otonomi luas
|
||
|
Menjelaskan asas-asas
penyelenggaraan otonomi daerah
|
||
|
Menjelaskan asas-asas
umum otonomi daerah
|
||
|
Menjelaskan pemilik
dan pelaksana otonomi daerah
|
PENJELASAN:
1. Negara adalah
suatu organisasi yang didalamnya terdapat masyarakat yang memiliki cita-cita
yang sama, menempati wilayah dan batas-batas tertentu dan dipimpin oleh
pemerintah yang berdaulat.
2. Unsur pembentuk
negara:
a. Unsur konstitutif
(harus ada) : Wilayah, Masyarakat, Pemerintah yang sah
b. Unsur deklaratif
(tidak harus ada) : Pengakuan negara lain (hubungan)
3. Fungsi
negara :
a. Kesejahteraan
dan kemakmuran rakyat (Dinas Sosial, dinas pendidikan, dll)
b. Ketertiban rakyat
(satpol pp, hansip, dll)
c. Pertahanan dan
keamanan (TNI AD, TNI AU, TNI AL)
d. Keadilan rakyat
(Pengadilan, MA, MK, KY , dll)
4. Bela Negara
adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya terhadap
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
dalam menjamin kehidupan bangsa dan negara
5. Landasan
Hukum : UUD 1945 Pasal 27 (3) dan pasal 30, UU no 3 tahun 2002
6. Bela Negara
penting dalam menjamin kehidupan bangsa dan negara
INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL ( 1950-1959 )
1. PENGERTIAN DEMOKRASI
Kata Demokrasi berasal dari Yunani, yaitu demos, yang berarti rakyat, dan kratos, yang berarti pemerintahan atau kekuasaan. Jadi demokrasi ialah rakyat yang berkuasa.
Setelah Perang Dunia ke-II, secara formal demokrasi merupakan dasar dari kebanyakan negara di dunia. Di antara semakin banyak aliran pemikiran yang menamakan dirinya sebagai demokrasi, ada dua aliran penting, yaitu demokrasi konstitusional dan kelompok yang mengatasnamakan dirinya “demokrasi” namun pada dasarnya menyandarkan dirinya pada komunisme.
Demokrasi yang dianut di Indonesia, yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila, masih dalam taraf perkembangan. Dan mengenai sifat dan cirinya masih terdapat pelbagai tafsiran serta pandangan. Pada perkembangannya, sebelum berdasarkan pada demokrasi pancasila, Indonesia mengalami tiga periodeisasi penerapan demokrasi, yaitu:
1. Demokrasi Liberal ( 1950-1959 )
2. Demokrasi Terpimpin ( 1959-1966 )
3. Demokrasi Pancasila ( 1966-sekarang )
Kata Demokrasi berasal dari Yunani, yaitu demos, yang berarti rakyat, dan kratos, yang berarti pemerintahan atau kekuasaan. Jadi demokrasi ialah rakyat yang berkuasa.
Setelah Perang Dunia ke-II, secara formal demokrasi merupakan dasar dari kebanyakan negara di dunia. Di antara semakin banyak aliran pemikiran yang menamakan dirinya sebagai demokrasi, ada dua aliran penting, yaitu demokrasi konstitusional dan kelompok yang mengatasnamakan dirinya “demokrasi” namun pada dasarnya menyandarkan dirinya pada komunisme.
Demokrasi yang dianut di Indonesia, yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila, masih dalam taraf perkembangan. Dan mengenai sifat dan cirinya masih terdapat pelbagai tafsiran serta pandangan. Pada perkembangannya, sebelum berdasarkan pada demokrasi pancasila, Indonesia mengalami tiga periodeisasi penerapan demokrasi, yaitu:
1. Demokrasi Liberal ( 1950-1959 )
2. Demokrasi Terpimpin ( 1959-1966 )
3. Demokrasi Pancasila ( 1966-sekarang )
2. MASA DEMOKRASI LIBERAL ( 1950-1959 )
Pada tahun 1950, Negara Kesatuan Republik Indonesia mempergunakan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) atau juga disebut Undang-Undang Dasar 1950. Berdasarkan UUD tersebut pemerintahan yang dilakukan oleh kabinet sifatnya parlementer, artinya kabinet bertanggung jawab pada parlemen. Jatuh bangunnya suatu kabinet bergantung pada dukungan anggota parlemen.
Ciri utama masa Demokrasi Liberal adalah sering bergantinya kabinet. Hal ini disebabkan karena jumlah partai yang cukup banyak, tetapi tidak ada partai yang memiliki mayoritas mutlak. Setiap kabinet terpaksa didukung oleh sejumlah partai berdasarkan hasil usaha pembentukan partai ( kabinet formatur ). Bila dalam perjalanannya kemudian salah satu partai pendukung mengundurkan diri dari kabinet, maka kabinet akan mengalami krisis kabinet. Presiden hanya menunjuk seseorang ( umumnya ketua partai ) untuk membentuk kabinet, kemudian setelah berhasil pembentukannya, maka kabinet dilantik oleh Presiden.
Suatu kabinet dapat berfungsi bila memperoleh kepercayaan dari parlemen, dengan kata lain ia memperoleh mosi percaya. Sebaliknya, apabila ada sekelompok anggota parlemen kurang setuju ia akan mengajukan mosi tidak percaya yang dapat berakibat krisis kabinet. Selama sepuluh tahun (1950-1959) ada tujuh kabinet, sehingga rata-rata satu kabinet hanya berumur satu setengah tahun. Kabinet-kabinet pada masa Demokrasi Parlementer adalah :
a. Kabinet Natsir (7 September 1950-21 Maret 1951)
b. Kabinet Soekiman (27 April 1951-23 Februari 1952)
c. Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953)
d. Kabinet Ali-Wongso ( 1 Agustus 1953-24 Juli 1955 )
e. Kabinet Burhanudin Harahap
f. Kabinet Ali II (24 Maret 1957)
g. Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959 )
Program kabinet pada umumnya tidak dapat diselesaikan. Mosi yang diajukan untuk menjatuhkan kabinet lebih mengutamakan merebut kedudukan partai daripada menyelamatkan rakyat.
Sementara para elit politik sibung dengan kursi kekuasaan, rakyat mengalami kesulitan karena adanya berbagai gangguan keamanan dan beratnya perekonomian ysng menimbulkan labilnya sosial-ekonomi. Adapun gangguan-gangguan keamanan tersebut antara lain :
a. Pemberontakan Kahar Muzakar
Kahar Muzakar adalah putra Sulawesi yang pada zaman perang kemerdekaan berjuang di Jawa. Setelah kembali ke Sulawesi bergabung dengan Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan pada tahun 1950 menuntut agar pasukannya masuk APRIS. Tuntutannya ditolak tetapi kepada anggotanya yang memenuhi syarat diperbolehkan masuk, sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam Corps Cadangan Nasional. Kahar akan diberikan pangkat letkol, tetapi saat pelantikan, tanggal 17 Agustus 1951, ia bersama anak buahnya melarikan diri ke hutan dan mengacau. Januari 1952 menyatakan diri ikut sebagai bagian anggota Kartosuwiryo. Selama empat belas tahun memberontak, namun akhirnya berhasi dilumpuhkan setelah salah seorang anak buahnya, yaitu Bahar Matiliu menyerahkan diri. Ia berhasil ditembak oleh pasukan Divisi Siliwangi pada bulan Februari 1965.
b. Pemberontakan di Jawa Tengah
Pengaruh DI meluas di Jawa Tengah, yaitu di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan yang dihadapi pemerintah dengan operasi-operasi militer. Di Kebumen pemberontakan dilakukan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) di bawah pimpinan Kyai Somalangu, yang setelah intinya dapat ditumpas, sisanya bergabung dengan DI/TII. Di lingkunganAngkatan Darat juga terjadi perembesan pemberontakan ini, sehingga Batalyon 426 di Kudus dan Magelang juga memberontak dan bergabung dengan DI/TII (Desember 1951). Sebagian dari mereka mengadakan gerilya di Merbabu-Merapi Complex (MMC). Untuk menghadapi mereka, pemerintah membentuk pasukan khusus yang diberi namaBanteng Raiders. Juni 1954 kekuatan mereka bisa dipatahkan.
c. Pemberontakan di Aceh
Pengikut DI di Aceh memproklamirkan daerahnya sebagai bagian dari NII pada tanggal 20 September 1953. Pemimpinnya adalah Daud Beureueh, seorang ulama dan pejuang kemerdekaan yang pernah menjabat gubernur Militer Daerah Aceh tahun 1947. Pada mulanya mereka dapat menguasai sebagian besar daerah Aceh termasuk kota-kotanya. Setelah pemerintah mengadakan operasi, mereka menyingkir ke hutan. Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kol. M. Jasin mengambil prakarsa mengadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berhasil mengembalikan Daud Beureueh ke masyarakat (Desember 1962).
d. Peristiwa 17 Oktober 1952
Peristiwa ini bersumber pada kericuhan yang terjadi di lingkungan Angkatan Darat. Kol. Bambang Supeno tidak menyetujui kebijaksanaan Kol. A.H. Nasution selaku KSAD. Ia mengajukan surat kepada Mentri Pertahanan dan Presiden dengan tembusan kepada parlemen berisi soal tersebut dan meminta agar Kol. A.H. Nasution diganti. Manai Sophian selaku anggota parlemen mengajukan mosi agar pemerintah segera membentuk panitia untuk mempelajari masalahnya dan mengajukan pemecahannya. Hal ini dianggap usaha campur tangan parlemen terhadap tubuh Angkatan Darat. Pimpinan AD mendesak kepada Presiden untuk membubarkan Parlemen. Desakan ini jugas dilakukan oleh rakyat dengan mengadakan demonstrasi ke gedung parlemen dan Istana Merdeka. Presiden menolak tuntutan ini dewngan alasan tidak ingin menjadi seorang diktator, tetapi akan berusaha segera mempercepat pemilu. Kol. A.H. Nasution akhirnya mengundurkan diri, diikuti oleh Mayjen T.B. Simatupang. Jabatan ini akhirnya digantikan oleh Kol. Bambang Sugeng.
e. Peristiwa 27 Juni 1955
Peristiwa ini merupakan lanjutan peristiwa sebelumnya. Karena dianggap bahwa pemerintah belum mampu menyelesaiakan persolan tersebut. Bambang Sugeng mengundurkan diri dari jabatannya. Sementara belum terpilih KSAD yang baru, pimpinan KSAD dipegang oleh Wakil KSAD yaitu Kol. Zulkifli Lubis. Kemudian pemerintah mengangkat Kol. Bambang Utoyo sebagai KSAD yang baru, tetapi pada saat pelantikannya, 27 Juni 1955, tidak ada satupun perwira AD yang hadir. Peristiwa ini menyebabkan kabinet Ali-Wongso jatuh. Kemudian pada masa Kabinet Burhanudin Harahap, bekas KSAD yang lama, yaitu Kol. A.H. Nasution, kembali diangkat menjadi KSAD (7 November 1955). Peristiwa di Angkatan Perang yang bersifat liberal juga terjadi pada tanggal 14 Desember 1955. Yaitu ketika Komodor Udara Hubertus Suyono dilantik menjadi Staf Angkatan Udara di Pangkalan Udara Cililitan (Halim Perdanakusuma), segerombolan prajurit pasukan kehormatan maju dan menolak pelantikan tersebut. Kemudian mereka meninggalkan barisdan diikuti oleh pasukan pembawa panji-panji Angkatan Udara, sehingga upacara batal.
f. Dewan-dewan Daerah
Diawali dengan pembentukan Bewan Banteng oleh Kol (pensiun) Ismail Lengah di Padang (20 November 1956), dengan ketuanya Ahmad Husein, Komandan Resimen IV Tentara Teritorium (TT) I di Padang. Mereka mengajukan tuntutan kepada pemerintah pusat tentang otonomi daerah. Larangan KSAD agar tentara tidak berpolitik tidak dihiraukan. Mereka malah mengambil alaih pemerintahan daerah Sumatra Tengah dari Gubernur Ruslan Mulyodiharjo (20 Desember 1956).
Tindakan tersebut diikuti oleh daerah-daerah lain seperti pembentukan Dewan Gajah di Sumatra Utara (Kol. M. Simbolon), Dewan Garuda di Sumatra Selatan (Kol. Barlian), dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara (Letkol. H.N.V. Samual). Peristiwa-peristiwa ini dilatarbelakangi oleh karena pembangunan yang tidak merata, padahal daerah-daerah tersebut telah memberikan devisa bagi negara.
Pemerintah berusaha mengatasi masalah tersebut dengan mengadakan perundingan dan janji pemerataan pembangunan. Namun usaha tersebut tidak berhasil. Akhirnya operasi militerpun dilancarkan (17 Desember 1957).
g. Usaha Pembunuhan terhadap Kepala Negara
Rasa tidak puas golongan ekstrim kanan memuncak dan dilampiaskan dalam bentuk usaha pembunuhan terhadap Presiden Soekarno di Perguruan Cikini Jakarta (30 November 1957). Usaha tersebut gagal, tetapi menimbulkan banyak korban. Para pelaku dapat ditangkap, dan dijatuhi hukuman mati.
Usaha kedua terjadi pada saat Idhul Adha di halaman Istana Jakarta. Kemudian terjadi lagi. Pelakunya Letnan Udara II D.A. Maukar dengan mempergunakan pesawat Mig 17. Istana Merdeka dan Bogor ditembakinya dari udara (9 Maret 1960). Dilakukan Maukar bersama kelompoknya, Manguni, dengan tujuan agar pemerintah mau berunding dengan PRRI dan Permesta. Usaha tersebut sia-sia.
h. Pemberontakan PRRI dan Permesta
Akhmad Husein, beserta para tokoh Masyumi dan dewan daerah mengadakan rapat di Sungai Dareh, Sumatra Barat (9 Januari 1958). Keesokan harinya pada saat rapat akbar di Padang, Akhmad Husein mengultimatum pemerintah agar Kabinet Juanda dalam waktu 5×24 jam menyerahkan mandat kepada Drs. Moh. Hatta dan Sultan Hamengku Buwono IX agar membentuk zaken kabinet dan agar Presiden kembali sebagai Presiden Konstitusional. Ultimatum tersebut ditolak oleh Pemerintah. Akhirnya Husein membentuk Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berikut pembentukan kabinetnya dengan Syafrudin Prawiranegara sebaga Perdana Mentri (15 Februari 1958). Hal tersebut diikuti oleh Sulawesi Utara di bawah pimpinan Letkol D.J. Somba yang membentuk Gerakan Piagam Perjuangan Semerta (Permesta). Pemberontakan ini ditumpas dengaan operasi militer selama beberapa tahun.
Selain gangguan keamanan, kesulitan juga dialami oleh Pemerintah dalam beberapa bidang. Sehingga pada akhir Demokrasi Liberal terasa terjadi kemunduran. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain dalam bidang:
a. Politik
Politik sebagai Panglima merupakan semboyan partai-partai pada umumnya, sehingga berlomba-lombalah para partai politik untuk memperebutkan posisi panglima ini. Lembaga seperti DPR dan Konstituante hasil PEMILU merupakan forum utama politik, sehingga persoalan ekonomi kurang mendapat perhatian.
Pemilihan umum merupakan salah satu program beberapa kabinet, tetapi karena umur kabinet pada umumnya singkat program itu sulit dilakukan. Setelah Peristiwa 17 Oktober 1952, pemerintah berusaha keras untuk melaksanakannya. Dalam suasana liberal, PEMILU diikuti oleh puluha partai, organisasi maupun perorangan. Anggota ABRI pun ikut serta sebagai pemilih.
Pada tanggal 15 Desember 1955 pemilihan dilaksanakan dengan tenang dan tertib. Ada empat partai yang memenangkan Pemilu, yaitu Masyumi, PNI, Nahdatul Ulama, dan PKI.
Namun pada prakteknya, kedua lembaga (DPR dan Konstituante) tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. DPR tetap sebagai tempat perebutan pengaruh dan kursi pemerintahan, sedangkan konstituante setelah lebih dari dua tahun belum juga dapat menghasilkan UUD baru untuk menggantikan UUDS.
Politik Luar Negeri Indonesia semakin mantap setelah diterima sebagai anggota PBB ke-60 (27 Desember 1950). Cara-cara damai yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap Pemerintah Belanda tentang Irian Jaya ( Papua ) tidak memperoleh penyelesaian yang memuaskan, seperti telah tercantum dalam persetujuan KMB, sehingga secara sepihak Pemerintah Indonesia membatalkan perjanjian tersebut dengan UU No. 13 Tahun 1956. Sumbangan positif Indonesia dalam dunia Internasional adalah dikirimkannya tentara Indonesia dalam United Nations Amergency Forces (UNEF) untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah. Pasukan ini diberi nama Garuda I dan diberangkatkan Januari 1957.
b. Ekonomi
Untuk menyehatkan perekonomian, dilakukan penyehatan keuangan dengan mengadakan sanering yang dikenal dengan Gunting Syafrudin (19 Maret 1950). Uang Rp. 5,00 ke atas dinyatakan hanya bernilai setengahnya, sedangkan setengahnya lagi merupakan obligasi. Bari tindakan tersebut Pemerintah dapat menarik peredaran uang sebanyak Rp. 1,5 milyar untuk menekan inflasi.
Pemerintah juga mengeluarkan peraturan tentang Bukti Eksport (BE) untuk mengimbangi import. Eksportir yang telah mengeksport kemudian memperoleh BE yang dapat diperjualbelikan. Harga BE meningkat, sehingga pemerintah membatasinya sampai 32,5%. Karena ternyats BE tidak berhasil meningkatkan perekonomian, akhirnya peraturan tersebut dihapuskan (1959).
Pemerintah kemudian membentuk Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang bertugas menyusun rencana pembangunan Nasional untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur (1959). Tetapi peningkatan belum juga terjadi, karena labilnya politik dan inflasi yang mengganas. Pemerintah juga cenderung bersikap konsumtif. Jaminan emas menurun , sehingga rupiah merosot.
c. Sosial
Partai Politik menggalakkan masyarakat dengan membentuk organisasi massa (ormas), khususnya dalam menghadapi Pemilu tahun 1955. Keadaan sosial-ekonomi yang kian merosot menguntungkan partai-partai kiri yang tidak duduk dalam pemerintahan karena dapat menguasai massa. PKI makin berkembang, dalam Pemilu tahun 1955 dapat merupakan salah satu dari empat besar dan kegiatannya ditingkatkan yang mengarah pada perebutan kekuasaan (1965).
d. Budaya
Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi, Pemerintah dianggap berhasil dalam bidang budaya ini. Untuk mencukupi tenaga terdidik dari perguruan tinggi, Pemerintah membuka banyak universitas yang disebarkan di daerah.
Prestasi lain adalah dalam bidang olah raga. Dalam perebutan Piala Thomas (Thomas Cup) Indonesia yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan ini berhasilmemperoleh piala tersebut (Juni 1958). Selain itu juga Indonesia berhasil menyelenggarakan Konfrensi Asia-Afrika dengan sukses.
Karena wilayah Indonesia berupa kepualauan, maka Pemerintah mengubah peraturan dari pemerintah kolonial Belanda, yaitu Peraturan Wilayah Laut dan Lingkungan Maritim Tahun 1939, yang menyebutkan wilayah teritorial Hindia-Belanda dihitung tiga mil laut diukur dari garis rendah pulau-pulau dan bagian pulau yang merupakan wilayah daratannya. Peraturan ini dinilai sangat merugikan bangsa Indonesia. Karena itu Pemerintah Indonesia mengeluarkan Deklarasi 13 Desember 1957 yang juga disebut sebagai Deklarasi Juanda tentang Wilayah Perairan Indonesia.
Indonesia juga membuat peraturan tentang landas kontinen, yaitu peraturan tentang batas wilayah perairan yang boleh diambil kekayaannya. Peraturan ini tertuang dalam Pengumuman Pemerintah tentang Landas Kontinen tanggal 17 Februari 1969. Pemerintah Indonesia mengadakan perjanjian dengan negara-negara tetangga tentang batas-batas Landas Kontinen agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman.
Pada tahun 1950, Negara Kesatuan Republik Indonesia mempergunakan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) atau juga disebut Undang-Undang Dasar 1950. Berdasarkan UUD tersebut pemerintahan yang dilakukan oleh kabinet sifatnya parlementer, artinya kabinet bertanggung jawab pada parlemen. Jatuh bangunnya suatu kabinet bergantung pada dukungan anggota parlemen.
Ciri utama masa Demokrasi Liberal adalah sering bergantinya kabinet. Hal ini disebabkan karena jumlah partai yang cukup banyak, tetapi tidak ada partai yang memiliki mayoritas mutlak. Setiap kabinet terpaksa didukung oleh sejumlah partai berdasarkan hasil usaha pembentukan partai ( kabinet formatur ). Bila dalam perjalanannya kemudian salah satu partai pendukung mengundurkan diri dari kabinet, maka kabinet akan mengalami krisis kabinet. Presiden hanya menunjuk seseorang ( umumnya ketua partai ) untuk membentuk kabinet, kemudian setelah berhasil pembentukannya, maka kabinet dilantik oleh Presiden.
Suatu kabinet dapat berfungsi bila memperoleh kepercayaan dari parlemen, dengan kata lain ia memperoleh mosi percaya. Sebaliknya, apabila ada sekelompok anggota parlemen kurang setuju ia akan mengajukan mosi tidak percaya yang dapat berakibat krisis kabinet. Selama sepuluh tahun (1950-1959) ada tujuh kabinet, sehingga rata-rata satu kabinet hanya berumur satu setengah tahun. Kabinet-kabinet pada masa Demokrasi Parlementer adalah :
a. Kabinet Natsir (7 September 1950-21 Maret 1951)
b. Kabinet Soekiman (27 April 1951-23 Februari 1952)
c. Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953)
d. Kabinet Ali-Wongso ( 1 Agustus 1953-24 Juli 1955 )
e. Kabinet Burhanudin Harahap
f. Kabinet Ali II (24 Maret 1957)
g. Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959 )
Program kabinet pada umumnya tidak dapat diselesaikan. Mosi yang diajukan untuk menjatuhkan kabinet lebih mengutamakan merebut kedudukan partai daripada menyelamatkan rakyat.
Sementara para elit politik sibung dengan kursi kekuasaan, rakyat mengalami kesulitan karena adanya berbagai gangguan keamanan dan beratnya perekonomian ysng menimbulkan labilnya sosial-ekonomi. Adapun gangguan-gangguan keamanan tersebut antara lain :
a. Pemberontakan Kahar Muzakar
Kahar Muzakar adalah putra Sulawesi yang pada zaman perang kemerdekaan berjuang di Jawa. Setelah kembali ke Sulawesi bergabung dengan Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan pada tahun 1950 menuntut agar pasukannya masuk APRIS. Tuntutannya ditolak tetapi kepada anggotanya yang memenuhi syarat diperbolehkan masuk, sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam Corps Cadangan Nasional. Kahar akan diberikan pangkat letkol, tetapi saat pelantikan, tanggal 17 Agustus 1951, ia bersama anak buahnya melarikan diri ke hutan dan mengacau. Januari 1952 menyatakan diri ikut sebagai bagian anggota Kartosuwiryo. Selama empat belas tahun memberontak, namun akhirnya berhasi dilumpuhkan setelah salah seorang anak buahnya, yaitu Bahar Matiliu menyerahkan diri. Ia berhasil ditembak oleh pasukan Divisi Siliwangi pada bulan Februari 1965.
b. Pemberontakan di Jawa Tengah
Pengaruh DI meluas di Jawa Tengah, yaitu di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan yang dihadapi pemerintah dengan operasi-operasi militer. Di Kebumen pemberontakan dilakukan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) di bawah pimpinan Kyai Somalangu, yang setelah intinya dapat ditumpas, sisanya bergabung dengan DI/TII. Di lingkunganAngkatan Darat juga terjadi perembesan pemberontakan ini, sehingga Batalyon 426 di Kudus dan Magelang juga memberontak dan bergabung dengan DI/TII (Desember 1951). Sebagian dari mereka mengadakan gerilya di Merbabu-Merapi Complex (MMC). Untuk menghadapi mereka, pemerintah membentuk pasukan khusus yang diberi namaBanteng Raiders. Juni 1954 kekuatan mereka bisa dipatahkan.
c. Pemberontakan di Aceh
Pengikut DI di Aceh memproklamirkan daerahnya sebagai bagian dari NII pada tanggal 20 September 1953. Pemimpinnya adalah Daud Beureueh, seorang ulama dan pejuang kemerdekaan yang pernah menjabat gubernur Militer Daerah Aceh tahun 1947. Pada mulanya mereka dapat menguasai sebagian besar daerah Aceh termasuk kota-kotanya. Setelah pemerintah mengadakan operasi, mereka menyingkir ke hutan. Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kol. M. Jasin mengambil prakarsa mengadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berhasil mengembalikan Daud Beureueh ke masyarakat (Desember 1962).
d. Peristiwa 17 Oktober 1952
Peristiwa ini bersumber pada kericuhan yang terjadi di lingkungan Angkatan Darat. Kol. Bambang Supeno tidak menyetujui kebijaksanaan Kol. A.H. Nasution selaku KSAD. Ia mengajukan surat kepada Mentri Pertahanan dan Presiden dengan tembusan kepada parlemen berisi soal tersebut dan meminta agar Kol. A.H. Nasution diganti. Manai Sophian selaku anggota parlemen mengajukan mosi agar pemerintah segera membentuk panitia untuk mempelajari masalahnya dan mengajukan pemecahannya. Hal ini dianggap usaha campur tangan parlemen terhadap tubuh Angkatan Darat. Pimpinan AD mendesak kepada Presiden untuk membubarkan Parlemen. Desakan ini jugas dilakukan oleh rakyat dengan mengadakan demonstrasi ke gedung parlemen dan Istana Merdeka. Presiden menolak tuntutan ini dewngan alasan tidak ingin menjadi seorang diktator, tetapi akan berusaha segera mempercepat pemilu. Kol. A.H. Nasution akhirnya mengundurkan diri, diikuti oleh Mayjen T.B. Simatupang. Jabatan ini akhirnya digantikan oleh Kol. Bambang Sugeng.
e. Peristiwa 27 Juni 1955
Peristiwa ini merupakan lanjutan peristiwa sebelumnya. Karena dianggap bahwa pemerintah belum mampu menyelesaiakan persolan tersebut. Bambang Sugeng mengundurkan diri dari jabatannya. Sementara belum terpilih KSAD yang baru, pimpinan KSAD dipegang oleh Wakil KSAD yaitu Kol. Zulkifli Lubis. Kemudian pemerintah mengangkat Kol. Bambang Utoyo sebagai KSAD yang baru, tetapi pada saat pelantikannya, 27 Juni 1955, tidak ada satupun perwira AD yang hadir. Peristiwa ini menyebabkan kabinet Ali-Wongso jatuh. Kemudian pada masa Kabinet Burhanudin Harahap, bekas KSAD yang lama, yaitu Kol. A.H. Nasution, kembali diangkat menjadi KSAD (7 November 1955). Peristiwa di Angkatan Perang yang bersifat liberal juga terjadi pada tanggal 14 Desember 1955. Yaitu ketika Komodor Udara Hubertus Suyono dilantik menjadi Staf Angkatan Udara di Pangkalan Udara Cililitan (Halim Perdanakusuma), segerombolan prajurit pasukan kehormatan maju dan menolak pelantikan tersebut. Kemudian mereka meninggalkan barisdan diikuti oleh pasukan pembawa panji-panji Angkatan Udara, sehingga upacara batal.
f. Dewan-dewan Daerah
Diawali dengan pembentukan Bewan Banteng oleh Kol (pensiun) Ismail Lengah di Padang (20 November 1956), dengan ketuanya Ahmad Husein, Komandan Resimen IV Tentara Teritorium (TT) I di Padang. Mereka mengajukan tuntutan kepada pemerintah pusat tentang otonomi daerah. Larangan KSAD agar tentara tidak berpolitik tidak dihiraukan. Mereka malah mengambil alaih pemerintahan daerah Sumatra Tengah dari Gubernur Ruslan Mulyodiharjo (20 Desember 1956).
Tindakan tersebut diikuti oleh daerah-daerah lain seperti pembentukan Dewan Gajah di Sumatra Utara (Kol. M. Simbolon), Dewan Garuda di Sumatra Selatan (Kol. Barlian), dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara (Letkol. H.N.V. Samual). Peristiwa-peristiwa ini dilatarbelakangi oleh karena pembangunan yang tidak merata, padahal daerah-daerah tersebut telah memberikan devisa bagi negara.
Pemerintah berusaha mengatasi masalah tersebut dengan mengadakan perundingan dan janji pemerataan pembangunan. Namun usaha tersebut tidak berhasil. Akhirnya operasi militerpun dilancarkan (17 Desember 1957).
g. Usaha Pembunuhan terhadap Kepala Negara
Rasa tidak puas golongan ekstrim kanan memuncak dan dilampiaskan dalam bentuk usaha pembunuhan terhadap Presiden Soekarno di Perguruan Cikini Jakarta (30 November 1957). Usaha tersebut gagal, tetapi menimbulkan banyak korban. Para pelaku dapat ditangkap, dan dijatuhi hukuman mati.
Usaha kedua terjadi pada saat Idhul Adha di halaman Istana Jakarta. Kemudian terjadi lagi. Pelakunya Letnan Udara II D.A. Maukar dengan mempergunakan pesawat Mig 17. Istana Merdeka dan Bogor ditembakinya dari udara (9 Maret 1960). Dilakukan Maukar bersama kelompoknya, Manguni, dengan tujuan agar pemerintah mau berunding dengan PRRI dan Permesta. Usaha tersebut sia-sia.
h. Pemberontakan PRRI dan Permesta
Akhmad Husein, beserta para tokoh Masyumi dan dewan daerah mengadakan rapat di Sungai Dareh, Sumatra Barat (9 Januari 1958). Keesokan harinya pada saat rapat akbar di Padang, Akhmad Husein mengultimatum pemerintah agar Kabinet Juanda dalam waktu 5×24 jam menyerahkan mandat kepada Drs. Moh. Hatta dan Sultan Hamengku Buwono IX agar membentuk zaken kabinet dan agar Presiden kembali sebagai Presiden Konstitusional. Ultimatum tersebut ditolak oleh Pemerintah. Akhirnya Husein membentuk Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berikut pembentukan kabinetnya dengan Syafrudin Prawiranegara sebaga Perdana Mentri (15 Februari 1958). Hal tersebut diikuti oleh Sulawesi Utara di bawah pimpinan Letkol D.J. Somba yang membentuk Gerakan Piagam Perjuangan Semerta (Permesta). Pemberontakan ini ditumpas dengaan operasi militer selama beberapa tahun.
Selain gangguan keamanan, kesulitan juga dialami oleh Pemerintah dalam beberapa bidang. Sehingga pada akhir Demokrasi Liberal terasa terjadi kemunduran. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain dalam bidang:
a. Politik
Politik sebagai Panglima merupakan semboyan partai-partai pada umumnya, sehingga berlomba-lombalah para partai politik untuk memperebutkan posisi panglima ini. Lembaga seperti DPR dan Konstituante hasil PEMILU merupakan forum utama politik, sehingga persoalan ekonomi kurang mendapat perhatian.
Pemilihan umum merupakan salah satu program beberapa kabinet, tetapi karena umur kabinet pada umumnya singkat program itu sulit dilakukan. Setelah Peristiwa 17 Oktober 1952, pemerintah berusaha keras untuk melaksanakannya. Dalam suasana liberal, PEMILU diikuti oleh puluha partai, organisasi maupun perorangan. Anggota ABRI pun ikut serta sebagai pemilih.
Pada tanggal 15 Desember 1955 pemilihan dilaksanakan dengan tenang dan tertib. Ada empat partai yang memenangkan Pemilu, yaitu Masyumi, PNI, Nahdatul Ulama, dan PKI.
Namun pada prakteknya, kedua lembaga (DPR dan Konstituante) tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. DPR tetap sebagai tempat perebutan pengaruh dan kursi pemerintahan, sedangkan konstituante setelah lebih dari dua tahun belum juga dapat menghasilkan UUD baru untuk menggantikan UUDS.
Politik Luar Negeri Indonesia semakin mantap setelah diterima sebagai anggota PBB ke-60 (27 Desember 1950). Cara-cara damai yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap Pemerintah Belanda tentang Irian Jaya ( Papua ) tidak memperoleh penyelesaian yang memuaskan, seperti telah tercantum dalam persetujuan KMB, sehingga secara sepihak Pemerintah Indonesia membatalkan perjanjian tersebut dengan UU No. 13 Tahun 1956. Sumbangan positif Indonesia dalam dunia Internasional adalah dikirimkannya tentara Indonesia dalam United Nations Amergency Forces (UNEF) untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah. Pasukan ini diberi nama Garuda I dan diberangkatkan Januari 1957.
b. Ekonomi
Untuk menyehatkan perekonomian, dilakukan penyehatan keuangan dengan mengadakan sanering yang dikenal dengan Gunting Syafrudin (19 Maret 1950). Uang Rp. 5,00 ke atas dinyatakan hanya bernilai setengahnya, sedangkan setengahnya lagi merupakan obligasi. Bari tindakan tersebut Pemerintah dapat menarik peredaran uang sebanyak Rp. 1,5 milyar untuk menekan inflasi.
Pemerintah juga mengeluarkan peraturan tentang Bukti Eksport (BE) untuk mengimbangi import. Eksportir yang telah mengeksport kemudian memperoleh BE yang dapat diperjualbelikan. Harga BE meningkat, sehingga pemerintah membatasinya sampai 32,5%. Karena ternyats BE tidak berhasil meningkatkan perekonomian, akhirnya peraturan tersebut dihapuskan (1959).
Pemerintah kemudian membentuk Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang bertugas menyusun rencana pembangunan Nasional untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur (1959). Tetapi peningkatan belum juga terjadi, karena labilnya politik dan inflasi yang mengganas. Pemerintah juga cenderung bersikap konsumtif. Jaminan emas menurun , sehingga rupiah merosot.
c. Sosial
Partai Politik menggalakkan masyarakat dengan membentuk organisasi massa (ormas), khususnya dalam menghadapi Pemilu tahun 1955. Keadaan sosial-ekonomi yang kian merosot menguntungkan partai-partai kiri yang tidak duduk dalam pemerintahan karena dapat menguasai massa. PKI makin berkembang, dalam Pemilu tahun 1955 dapat merupakan salah satu dari empat besar dan kegiatannya ditingkatkan yang mengarah pada perebutan kekuasaan (1965).
d. Budaya
Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi, Pemerintah dianggap berhasil dalam bidang budaya ini. Untuk mencukupi tenaga terdidik dari perguruan tinggi, Pemerintah membuka banyak universitas yang disebarkan di daerah.
Prestasi lain adalah dalam bidang olah raga. Dalam perebutan Piala Thomas (Thomas Cup) Indonesia yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan ini berhasilmemperoleh piala tersebut (Juni 1958). Selain itu juga Indonesia berhasil menyelenggarakan Konfrensi Asia-Afrika dengan sukses.
Karena wilayah Indonesia berupa kepualauan, maka Pemerintah mengubah peraturan dari pemerintah kolonial Belanda, yaitu Peraturan Wilayah Laut dan Lingkungan Maritim Tahun 1939, yang menyebutkan wilayah teritorial Hindia-Belanda dihitung tiga mil laut diukur dari garis rendah pulau-pulau dan bagian pulau yang merupakan wilayah daratannya. Peraturan ini dinilai sangat merugikan bangsa Indonesia. Karena itu Pemerintah Indonesia mengeluarkan Deklarasi 13 Desember 1957 yang juga disebut sebagai Deklarasi Juanda tentang Wilayah Perairan Indonesia.
Indonesia juga membuat peraturan tentang landas kontinen, yaitu peraturan tentang batas wilayah perairan yang boleh diambil kekayaannya. Peraturan ini tertuang dalam Pengumuman Pemerintah tentang Landas Kontinen tanggal 17 Februari 1969. Pemerintah Indonesia mengadakan perjanjian dengan negara-negara tetangga tentang batas-batas Landas Kontinen agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman.
YES ! AKU BISA !
Seni berbicara adalah sesuatu yang perlu
dipelajari .Ketika seseorang telah dapat menguasai teknik berbicara dengan baik
maka dimanapun ia berbicara dalam acara apapun maka dia dapat membawakannya
dengan baik dan menguasai audien sepenuhnya.
Berbicara yang baik seperti kita tengah
membawakan sebuah lagu, dengan suara yang merdu dan penguasaan nada yang baik
para pendengar akan sangat menikmatinya bahkan terkadang terbawa dalam
hidupnya. Akan tetapi ketika kita melagukan dengan nada-nada miring maka
pendengarpun akan terganggu dan terusik karena tidak membuat mereka nyaman.
Untuk menguasai kemampuan dalam hal teknik
berbicara, perlu adanya syarat-syarat yang perlu dilakukan, yaitu 4D.
4D
DESIRE
(keinginan anda untuk
menyampaikan)
DECITION
(keputusan untuk
melakukannya)
DETERMINATION
(melakukan sebuah perubahan)
DICIPLINE
(disiplin)
Dengan
Anda melakukan prasyarat ini maka barulah dapat dilanjutkan dengan bagaimana menguasai
kemampuan dalam seni berbicara di depan publik atau Public speakers.
A. KENAPA SAYA BERBICARA ?
Pahamilah 3 pertanyaan utama dalam benak anda
selama persiapan :
1. Apa
yang Anda inginkan dari audien untuk diketahui ?
2. Apa
yang Anda inginkan dari audien untuk dilakukan ?
3. Apa
yang Anda inginkan dari audien untuk dirasakan ?
Dengan Anda memikirkan 3 pertanyaan diatas
maka presentasi Anda akan semakin fokus dan terarah dalam menyampaikannya.
B. KENAPA SAYA ?
“ Karena Anda adalah pembicara yang hebat !!!
“
C. ANALISA AUDIEN ANDA
Agar presentasi Anda dapat diserap oleh
audien dengan baik, maka diperlukan kemampuan kita untuk mengenal latar
belakang dari audien kita, yaitu :
·
Sisi DEMOGRAFI
o Generasi
o Gender
o Kultur
o Jabatan
o Usia
o Penghasilan
o Latar
belakang keluarga
·
Sisi PSIKOGRAFI
o Pendidikan
o Kesukaan,
harapan dan motivasi
o Bahasa
o Pengaruh
o Hubungan
D. MENGUMPULKAN INFORMASI
PENDUKUNG
Agar ide Anda dapat bernilai, maka carilah
informasi pendukunya sehingga akan menguatkan ide Anda. Pikirkan dalam benak
Anda 3 pertanyaan mendasar , yaitu :
1. Bagaimana
informasi ini dapat mendukung tujuan Saya ?
2. Apakah
sumber ini dapat dipercaya ?
3. Apakah
dapat mendukung kesimpulan akhir ?
E. POLA PRESENTASI :
PERMASALAHAN & SOLUSI
Terbagi atas 5 hal, yaitu :
1. ATTENTION
,
raih perhatian audien.
2. NEED
,
identifikasi masalah yang perlu diperhatikan.
3. SATISFACTION
,
tawarkan solusi terbaik.
4. VISUALIZATION
,
arahkan audien untuk mendapatkan gambaran
dari solusi yang diambil.
5. ACTION
,
informasikan
kepada audien apa yang perlu mereka lakukan untuk dapat merealisasikan solusi
tadi.
F. TAHAPAN PRESENTASI
Berikut Saya berikan tahapan presentasi yang
dilakukan dalam durasi 5 – 30 menit. Tahapa tersebut terbagi atas 3 tahapan
utama, yaitu :
1.
OPENNING
Katakan
apa yang ingin anda katakan (gambaran singkat)
2.
CONTENT
Katakan
(penjelasan ide yang lengkap)
3.
CLOSSING
Katakan
apa yang telah Anda katakan (kesimpulan, harapan dan sasaran)
G. 5 RAHASIA UTAMA PUBLIC
SPEAKING
5 Hal yang paling penting dalam menguasai
kemampuan Public Speaking, yaitu :
I.
WORDS,
VOICE TONE and BODY LANGUAGE
a.
WORDS
(7 %)
·
Menggunakan kata-kata yang
spesifik daripada kata-kata abstrak
·
Menggunakan kata-kata yang
dimengerti semua orang
·
Bercerita daripada
mendownload data yang tidak akan pernah berakhir (karena rangkaian cerita
adalah bagian dari pengalaman semua orang dan secara dasar terpogram untuk
tertarik, mangangungkan pada sebuah
cerita )
b.
VOICE
TONE (38 %)
·
VARIASI
WARNA SUARA
o VOLUME
§ Lantang
§ Lembut
(sesuatu yang lebih penting)
o PACE
§ Cepat
§ Lambat
(sesuatu yang sangat penting)
o PITCH
§ Nada
Tinggi
§ Nada
Rendah
·
PUNC
– TU – ATE
(tanda
Baca) adalah seperti memberikan stabilo kuning pada sebuah kalimat yang
menginformasikan bahwa kata atau frasa atau kalimat ini sangat penting.
o Menyela
per Kata
o Menyela
per suku kata
·
THE
PAUSE (Jeda)
·
THE
RESONANCE (Gema) , berbicaralah dengan penuh gema /
pengulangan untuk membangun otoritas dan dampak yang optimal
c.
BODY
LANGUAGE (55 %)
·
GESTURE
,
Menunjukan
kesan visual yang Anda ciptakan ketika berbicara. Bahasa tubuh tidak pernah
berbohong dan tubuh selalu berbicara terlebih dahulu. “Power Zone” : dibawah dan didalam bahu !!!
·
AYE
CONTACT,
karena
semua pembicaraan adalah “TENTANG ORANG LAIN”, karena orang ingin
diakui/dihargai, didengar dan dilihat.
Sebelum kita melanjutkan ke aspek
berikutnya, Saya menambahkan satu hal yang paling penting dari semua diatas
adalah sejauh mana kita dapat “mendengarkan “ orang lain.
LISTENNING
Pembicara
yang baik adalah pendengar yang baik.
·
RTP
(Ready to Pounce),
anda
mendengar tetapi anda memikirkan apa yang akan Anda katakan untuk merespon,
untuk membuktikan betapa pintarnya Anda. Dan poin Anda adalah poin yang
terpenting. Tapi tidak akan berfungsi dalam percakapan pribadi atau percakapan
bisnis.
·
TABULA
RASA
(papan
tulis yang kosong), yaitu dengan Menerima, Mengolah dan merespon.
Konsep yang terpenting dalam bahasa tubuh
adalah “konsep tentang membawa diri”
dimana kata-kata dikirimkan dari tempat
ini membawa lebih banyak dampak, orang yang tenang dan seimbang tidak dapat
diganggu serta melahirkan kepercayaan dan menciptakan otoritas dan dampak
sepanjang jalan kedalam setiap orang yang melihatnya.
II.
THE
LASERED, COMPELLING MESSAGE
Menyatukan semua pemikiran dan perasaan
semuanya secara utuh. Sebelum berbicara ketahui dulu apa yang Anda inginkan
untuk dibawa oleh orang lain, apa pesan Anda.
·
“WHAT
DO I FEEL ?” (Apa yang menjadi pengalaman Saya ?)
·
“
WHAT DO I WANT ?” (Apa yang Saya inginkan
dari pendengar ?)
REPETISI
dari sebuah pola adalah menyatukan semuanya menjadi kesatuan utuh.
III.
THE
COMMUNICATION EFFECTIVENESS CONTINUUM
Komunikasi
efektif dalam sebuah kesatuan yang utuh.
Komunikasi
adalah sebuah perbicangan, semua tentang mereka !!! berbaurlah denga mereka
hilangkan batasan antara Anda dengan pendengar Anda. Orang akan lebih nyaman
ketika dibangun sebuah kondisi percakapan ketimbang sebuah presentasi atau
pertunjukan.
IV.
THE
FOUR LANGUAGES (4 BAHASA KOMUNIKASI)
Anda
harus bisa memasuki dunia orang lain dan berbicara dalam bahasa mereka jika
Anda ingin pesan Anda tersampaikan.
VISUAL
(Kesungguhan dan Suka cita)
AUDITORY (Pesan
yang jelas dan menarik)
AUDITORY –DIGITAL
(Data dan Analisa)
KINESTHETIC (Perasaan dan Hubungan)
V.
AUTHENTIC
PASSION (HASRAT YANG TULUS)
Pertanyaan
dasar :
“Apa yang membuat
pembicaraan Saya sangat menarik ?”
Temukan hal yang paling menarik secara utuh
tentang subyek Anda dan biarkan itu menuntun komunikasi Anda.
Melakukan dengan sebuah kejujuran, keiklasan
dan menjadi diri sendiri serta selalu otentik / apa adanya. Bukan memanupulasi,
mengeksploitasi orang , mungkin akan berhasil beberapa kali tapi tidak akan
selamanya karena itu akan terbongkar dengan sendirinya dalam komunikasi Anda.
Jadi ketika Anda menyampaikan poin pemikiran
Anda, sampaikanlah dengan hasrat yang tulus yang datag dari diri Anda sendiri.
Dengan
Anda melakukan beberapa hal yang telah dijelaskan diatas, maka anda akan
menjadi seorang pembicara yang luar biasa .
Pesan Saya adalah :
“JANGAN LAKUKAN APA
YANG SAYA LAKUKAN
TAPI LAKUKAN APA YANG
SAYA KATAKAN “
Langganan:
Postingan (Atom)


