Aditya Yuda Kencana

Thing what I can do now. Don't think when I can do

Jumat, 01 Februari 2013

PUISI: " MERINDU SEMBOYAN MU MUHAMMAD "


Karya Aditya Yuda Kencana

Runtuh mendobrak tabir goib
Menemukan sosok sejuta merpati
Ku hitung berjuta rintik hujan dan menguap digumpal awan
Merindu penghancur kristal-kristal dusta, Muhammad

Air tujuh sumur kembang-kembang tak mempan
Dupa mantra dan kemenyan pun tak mempan
Sudah berapa banyak dukun datang
Menggumpal dalam tirai-tirai tafsir Illahi Rabbi

Zaman telah menyayat perih nurani di sepanjang peradaban
Kemudian kurindu jendela kiblat
Mengetuk segumpal sujud ku dalam halimun malam

Lalu ku berdoa dalam hari yang tenggelam dalam gelap malam
Aisyah menjeritkan salam
Dalam selayang kisah alif ba ta memercik
Musa pinjamkan aku tongkat mu
Biar ular-ular merenggut dedengkot zaman
Sulaeman ajari aku menjadi bijak
Ingin kutanya, apakah manusia berbeda dengan hewan?

Bagai Uzair menatap dunia baru, Ayub dengan sakitnya
Dan Muhammad dengan cinta kasih kepada umatnya
Biarkan aku selalu merindu semboyan mu Muhammad
Melukis kaligrafi sajak, diatas selembar nafas dengan warna darah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar